Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia

Program Kerja

Fokus Kepengurusan

Masa Kepengurusan MKI Tahun 2015 – 2018

Mendukung dan melaksanakan sosialisasi program pemerintah dalam membangun pembangkit 35.000 MW dan sarana pendukungnya serta memberikan advokasi untuk mengatasi kendala pada pembangunan di sektor ketenagalistrikan termasuk Sinkronisasi Peraturan Perundangan & Kewenangan Pembangunan Ketenagalistrikan sekaligus Penyempurnaan Kelembagaan dan Pemangku Kepentingan Sektor Ketenagalistrikan.

PROGRAM KERJA PENGURUS MKI MASA BAKTI 2015 – 2018

A. Bidang Pengembangan Organisasi:
1. Memfasilitasi pembentukan dan konsolidasi asosiasi asosiasi stakeholder dibawah naungan MKI
2. Pengembangan dan pemberdayaan MKI Wilayah, peningkatan hubungan antara MKI Wilayah dan MKI Pusat
3. Peningkatan peran aktif Dewan Pakar dan Dewan Pembina
4. Diusulkan jumlah Focus Group adalah sesuai jumlah Bidang dalam Pengurus Baru MKI yaitu 11 (sebelas) dan dapat ditambah sesuai kebutuhan.

B. Bidang Pembinaan Usaha Ketenagalistrikan:
1. Meningkatkan pembinaaan kegiatan usaha dan investasi khususnya peluang usaha baru di sektor ketenagalistrikan dan energi.
2. Membantu mempercepat pengembangan peran UKM dalam pengembangan Listrik Pedesaan untuk meningkatkan ratio elektrifikasi.
3. Peningkatan peran swasta dan industri nasional dalam mendukung program pembangunan sektor ketenagalistrikan.

C. Bidang Kajian Strategis dan Teknologi:
1. Membantu tercapainya program pemerintah, khususnya program pembangunan pembangkit 35.000 MW serta sarana pendukungnya agar tepat waktu dengan kuaIitas yang terjamin.
2. Melakukan kajian strategis dalam mengoptimalkan usaha di sektor ketenagalistrikan
3. Berpartisipasi dalam rangka optimasi industri dalam negeri untuk mensukseskan program-program yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri / lokal baik untuk kegiatan jasa maupun penyediaan barang.
4. Ikut memfasilitasi penciptaan iklim yang kondusif untuk investasi dan usaha penunjang tenaga listrik baik dari sumber dana dalam negeri maupun luar negeri
5. Meningkatkan kajian terhadap berbagai kegiatan Industri Penunjang Tenaga Listrik dan meningkatkan professionalisme Usaha Penunjang Tenaga Listrik dalam negeri.
6. Membantu pemangku kepentingan dalam mengkaji dan mengevaluasi teknologi yang digunakan di sektor ketenagalistrikan
7. Mengembangkan teknologi tepat guna, baik teknologi yang padat tenaga kerja maupun yang padat modal dalam rangka mencapai ketahanan energi di bidang ketenagalistrikan yang berkelanjutan.

D. Bidang Pengelolaan Usaha MKI & Advokasi Bisnis Ketenagalistrikan:
1. Menyelenggarakan Seminar, Lokakarya, Workshop, Pameran, Pelatihan dan Diskusi Bulanan
2. Menyelenggarakan Conference of The Indonesian Electrical Power Society (CIEPS) 2015 & CIEPS 2017 sebagai program regional dua-tahunan.
3. Melembagakan Hari Ulang Tahun MKI (3 September) dengan mengadakan CEO Summit Sektor Ketenagalistrikan.
4. Melanjutkan kembali kegiatan advokasi bisnis dan membantu memfasilitasi kendala – kendala pemangku kepentingan di sektor ketenagalistrikan
5. Pembuatan Bulletin & update Direktori MKI
6. Mengelola, merancang dan mengembangkan asset MKI secara efektif dan efisien
7. Mempelajari potensi dan peluang serta informasi penting lainnya mengenai prospek bisnis MKI sehingga mendukung terjadinya usaha jasa advokasi bisnis.

E. Bidang Pengkajian Regulasi dan Hukum:
1. Secara proaktif berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi peraturan perundangan di sektor ketenagalistrikan kepada pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, termasuk di daerah.
2. Mendorong Pemerintah untuk melaksanakan subsidi listrik yang tepat guna.
3. Mendorong Pemerintah untuk menyusun peraturan atau regulasi yang efektif dan efisien dalam mendukung peningkatan peran Energi Baru & Terbarukan dan Konservasi Energi
4. Berperan aktif dalam mensosialisasikan dan “mengawal”
a. Perijinan pembangunan tenaga listrik satu pintu.
b. Permen No 3 Th 2015 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik dan Harga Patokan Pembelian    Tenaga Listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, dan PLTA oleh PLN melalui pemilihan langsung & penunjukan langsung.
5. Mendorong Penyempurnaan Kelembagaan dan pemangku kepentingan Sektor Ketenagalistrikan
6. Sinkronisasi Peraturan Perundangan & Kewenangan Pembangunan Ketenagalistrikan

F. Bidang Energi Primer Strategis & Energi Baru dan Terbarukan
1. Mengamankan Kebijakan Energi Nasional di sektor Ketenagalistrikan.
2. Mengkaji Domestic Market Obligation (DMO) bagi pemilik tambang batubara untuk memenuhi kebutuhan batubara Nasional
3. Mendorong penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan peningkatan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan.
4. Membantu mencarikan solusi substitusi BBM dengan energi lain yang lebih bersaing dan dapat diperoleh setempat.
5. Ikut mengkampanyekan program hemat energi/listrik untuk menyeimbangkan supply & demand tenaga listrik.

G. Bidang Pengembangan Kompetensi & Sertifikasi
1. Menjalin kerjasama dengan organisasi profesi untuk meningkatkan kompetensi anggota di sektor ketenagalistrikan
2. Membantu dan melaksanakan sertifikasi tenaga teknik ketenagalistrikan dalam menyikapi persaingan bisnis internasional
H. Bidang Pengembangan Listrik Swasta
1. Revitalisasi peran swasta, mendorong peran serta yang lebih besar dari IPP, khususnya Nasional, diselaraskan dengan program Pemerintah & PLN (RUPTL).
2. Mendorong peran serta IPP di bidang energi baru dan terbarukan.
3. Mendorong peningkatan TKDN dalam proyek-proyek ketenagalistrikan.
4. Pemetaan Capability Industri Ketenagalistrikan (TKDN)
5. Berperan aktif dalam hubungan kelembagaan antar Regulator, PLN & IPP, dan Lending Institution.
6. Mendorong Pemerintah untuk mengembangkan Distributed Power Generation dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi

I. Bidang Hubungan Antar Lembaga & Kerjasama Luar Negeri
1. Bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan PT PLN (Persero) Menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan tahunan Hari Listrik Nasional yang kegiatannya meliputi: Konferensi, Pameran, Olahraga, Coffee Morning dll
2. Peningkatan peran MKI di dalam lembaga-lembaga tinggi Negara (DPR, DPD, Pemerintah).
3. Melanjutkan upaya peningkatan hubungan dan kerjasama antar Lembaga dan Asosiasi baik dalam maupun luar negeri yang terkait dengan sektor ketenagalistrikan dan energi.
4. Berperan aktif sebagai anggota AESIEAP .
5. Memfasilitasi terciptanya citra kelistrikan Indonesia yang baik di mata investor luar negeri.
6. Berpartisipasi dalam konferensi kelistrikan di luar negeri.
7. Menjaga kepentingan MKI dalam kerjasama dengan institusi penyelenggara seminar/EO luar negeri
8. Memfasilitasi anggota MKI untuk melakukan kerjasama bisnis ketenagalistrikan dengan pihak luar negeri

J. Bidang Keuangan dan Bendahara
1. Meningkatkan manajemen keuangan dan perpajakan
2. Meningkatkan dana abadi melalui pengembangan keanggotaan MKI dan kegiatan-kegiatan lain yang sejalan dengan peran dan status MKI
3. Mengelola, merancang dan mengembangkan secara efektif dan efisien aset MKI
4. Menyelesaikan outstanding isu keuangan dengan pihak pihak luar
5. Memberdayaan Asset – asset MKI antara lain : Office Space untuk menutupi Biaya operasional MKI
6. Menjajaki kerjasama dengan Bank Mandiri untuk pembuatan Co Branding Bank Mandiri – MKI sebagai Kartu Anggota MKI yang berfungsi sebagai kartu debit